Laporan Akhir PKL Diploma III Agribisnis

MANAJEMEN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VI

(PERSERO) UNIT USAHA DURIAN LUNCUK

KABUPATEN BATANG HARI

 

 

 

 

 

 

 

HENDRI ZULHAM SINAGA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS JENJANG DIPLOMA III

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2011

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

            Kelapa sawit (Elaesis Guineensis Jacq) adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peranan sebagai sumber penghasilan devisa Negara, selain tanaman perkebunan seperti kopi, karet, kakao dan lainnya. Tanaman kelapa sawit didatangkan dari Afrika dan masuk ke Indonesia pada tahun 1984 ditanam di kebun raya Bogor, selanjutnya disebarkan ke Deli Sumatera Utara. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dirintis oleh Adrian Hallet seorang Belgia yang telah banyak  mempelajari tentang kelapa sawit.

            Kelapa sawit termasuk family palmae dan tergolong dalam kelas Monocotiledonae dimana dapat tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak, yang berasal dari daging buah yang dikenal dengan Crude Palm Oil (CPO) sedangkan yang berasal dari inti sawit dikenal dengan Palm Kernel Oil (PKO) atau sering disebut kernel (Rizsa, 1994).

            Kebutuhan akan kelapa sawit yang terus meningkat menyebabkan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit terus mengembangkan perkebunan dan pabriknya. Pada saat ini Provinsi Jambi terus mengembangkan perkebunan kelapa sawit di hampir seluruh wilayahnya. Di Provinsi Jambi banyak terdapat perkebunan kelapa sawit baik itu perkebunan kelapa sawit yang dikelolah oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Dengan pengembangan tersebut berdampak kepada meningkatnya produksi kelapa sawit, yang mana secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan daerah dan peluang lapangan kerja di provinsi Jambi itu sendiri. Dalam upaya peningkatan produksi kelapa sawit perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut, salah satunya adalah pembibitan, penggunaan bibit yang berkualitas akan mempengaruhi kualitas buah dan hasil produksi kelapa sawit.

Tabel 1. Perkembangan Luas Areal, Produksi TBS, Produksi CPO dan      Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Jambi Tahun 2001–2009.   

Tahun

Luas Areal      (Ha)

Produksi TBS (Ton)

Produksi CPO (Ton)

Produktivitas (kg/Ha/Tahun)

 

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

 

301.879

302.152

328.829

365.304

403.467

409.445

430.610

454.771

470.184

 

3.242.445

3.301.600

3.320.820

3.979.240

4.682.975

4.732.185

4.855.623

5.229.886

5.951.775

 

649.489

660.320

669.250

795.848

936.595

946.437

958.120

1.045.997

1.190.355

 

2.152

2.185

2.035

2.179

2.321

2.409

2.421

3.308

3.314

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Jambi,Tahun 2010

 

 

            Penggunaan bibit varietas unggul sangat menentukan produksi yang akan dihasilkan, produksi yang dihasilkan akan meningkat tinggi dibandingkan dengan penggunaan bibit yang bukan varietas unggul. Pembibitan pada PT. Perkebunan Nusantara VI langsung didatangkan dari  pusat penelitian dan pengembangan benih kelapa sawit didaerah (PPKS) Medan melalui Instansi pemerintah yang bekerja sama dengan PT. Perkebunan Nusantara VI sehingga bibit yang digunakan adalah  bibit yang benar-benar memiliki varietas unggul, yaitu bibit yang hasil persilangan dari Dura (sebagai pohon ibu) dan Pisifera (sebagai pohon bapak) yang menghasilkan bibit unggul yang disebut dengan Tenera. Dengan demikian bibit sawit merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan pengusahaan perkebunan kelapa sawit dengan ditunjang faktor-faktor produksi yang lainnya seperti lahan, pupuk, obat-obatan dan lain sebagainya.

            Melihat uraian diatas maka penulis tertarik untuk melaksanakan praktik kerja lapangan di bidang pembibitan tanaman kelapa sawit, dan menuliskan laporan dengan judul “Manajemen Pembibitan Kelapa Sawit pada PT. Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari”.

1.2. Tujuan Praktik Kerja Lapang

            Praktik kerja lapang dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa dapat :

  1. Mengetahui bagaimana melaksanakan manajemen pembibitan kelapa sawit pada PT.Perkebunan Nusantara VI.
  2. Melihat bagaina melakukan kegiatan pembibitan kelapa sawit.
  3. Mempelajari dan mengetahui gambaran umum perusahaan pada PT.Perkebunan Nusantara VI.
  4. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian Program Diploma III Agrobisnis Universitas Jambi.

1.3. Kegunaan Praktik Kerja Lapang

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembibitan kelapa sawit.
  2. Menambah pengalaman dan keterampilan dalam bidang Agribisnis.
  3. Sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan manajemen pembibitan kelapa sawit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

METODE PRAKTIK KERJA LAPANG

 

2.1. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapang

            Ruang lingkup adalah  semua objek yang akan  diamati dalam  lokasi  praktik  kerja lapang, dengan demikian  pengamatan akan  mendapatkan hasil yang diperlukan didalam membuat laporan praktik kerja lapang dan akan memberikan tambahan wawasan bagi mahasiswa.

            Objek yang diamati dilapangan adalah sehubungan dengan  manajemen pusat pembibitan tanaman  perkebunan  PT. Perkebunan  Nusantara VI yang digunakan dalam kegiatan  praktik kerja lapangan.

2.2. Lokasi dan Waktu Praktik Kerja Lapang 

            Praktik kerja lapang ini dilaksanakan pada perkebunan PT. Perkebunan Nusanatara VI yang berlokasi di Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari. Praktik kerja lapang ini dilaksanakan selama kurang lebih dua setengah bulan di mulai pada tanggal 18 april hingga 26 juni 2011. Objek yang diteliti dari pelaksanaan praktik kerja lapang ini adalah pelaksanaan manajemen kebun perusahaan, teknis pembibitan awal (pre-nursery) dan pembibitan utama (main-nursery) dan manajemen pembibitan.

2.3. Metode Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang

            Magang atau terjun langsung kelapangan adalah kegiatan mengamati serta mempelajari bidang yang diambil, dalam mempelajari manajemen pembibitan kelapa sawit dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan kerja yang dilakukan oleh pekerja. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa akan lebih mengetahui dalam teknis cara pembibitan kelapa sawit.

Observasi yang dilakukan penulis dilapangan praktik kerja lapangan mengenai pembibitan kelapa sawit antara lain :

  1. Benih yang digunakan sebagai bahan tanam
  2. Seleksi kecambah
  3. Penanaman kecambah ke polybag
  4. Penyiraman
  5. Pemupukan
  6. Pengendalian hama dan penyakit
  7. Pengendalian gulma
  8. Konsolidasi bibit
  9. Pemindahan bibit awal (pre-nursery) kepembibitan utama (main-nursery).

2.4. Data dan Informasi yang dibutuhkan

            Pengumpulan data yang dilakukan pada praktik kerja lapang ini adalah dengan menggunakan metode survey, melalui pengamatan secara langsung pada kegiatan pembibitan kelapa sawit pada PT. Perkebunan Nusantara VI Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari, serta dengan melakukan kegiatan partisipatif pada pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh asisten bibitan dan mandor yang berkaitan dengan pembibitan kelapa sawit.

            Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan meminta informasi dari pegawai yang ada di daerah lokasi PKL. Sedangkan data sekunder di peroleh dari buku-buku, skripsi, karya ilmiah dan sumber-sumber yang terkait dengan objek penelitian.

2.5. Analisis Data

            Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan metode deskriptif, dengan menggambarkan kegiatan yang ada pada lokasi praktik kerja lapang dan membandingkan dengan teori-teori yang berhubungan dengan kegiatan praktik kerja lapang ini.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

 

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan

            Kebun durian luncuk berasal dari PT. Tanjung Asa. Pada tahun 1980 mentri pertanian menunjuk PTP. VI (persero) pabatu untuk membangun perkebunan kare. Penanaman karet dimulai pada tahun 1982 – 1983 dengan luas areal kebun inti dengan HGU 4.524,91 Ha dan areal plasma 8000 Ha. Berdasarkan peraturan pemerintah No 11 tanggal 14 februari 1996 dan surat keputusan mentri keuangan RI No 165/KMK. 0,16/1996 tanggal 11 maret 1996, seluruh PTP yang ada di wilayah sumbar-jambi menjadi PTP. Nusantara VI. Lokasi PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk terletak di kecamatan Batin XXIV kabupaten Batanghari seluas 4.444 Ha. Sejauh + 125 Km dari kota Jambi. Topografi sebagian bergelombang dan berbukit-bukit dengan kemiringan 5-40% dengan ketinggian dari permukaan laut 50-150 m. Secara geografis lokasi unit usaha Durian Luncuk terletak diantara koordinat lintang utara.

3.2 Visi Perusahaan

Pada PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk mempunyai Visi, perusahaan menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan dengan pelaksanaan yang baik dan berkesinambungan.

3.3 Misi Perusahaan

PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk mempunyai Misi kepemimpinan yang baik, membangkitkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi, baik bekerja sama dalam suatu perusahaan tersebut, serta mempunyai tnggung jawab masing-masing bagian agar tidak terjadi keterlambatan di lapangan dan memeriksa apa saja yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan.

3.4 Tujuan Perusahaan

Adapun tujuan didirikan Perkebunaan Kelapa Sawit PTP. Nusantara VI ini adalah sebagai berikut:

1. untuk meningkatkan produktifitas lahan.

2. sebagai sumber devisa negara.

3. untuk mensejahterakan daerah sekitar dengan menciptakan lapangan kerja dan   khususnya mengembangkan areal perkebunan di propinsi Jambi.

3.5.Organisasi Perusahaan

Organisasi merupakan kumpulan orang-orang atau badan yang secara  bersama-sama menjalankan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan perusahaan. Dalam organisasi akan tercakup unsur manusia yang akan berperan sesuai tugasnya masing-masing, siapa yang bertanggung jawab dan  bagaimana hubungan antar kelompok diatur sehingga semua pekerjaan dapat berjalan secara bersamaan dan efektif. PTP. Nusantara VI ini dipimpin oleh seorang manager di bantu oleh asisten kepala, asisten afdeling, asisten kepala  tata usaha, kepala  petugas umum,dan kepala keamanan.

Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing personalia dari PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk adalah sebagai berikut :

1)                  Manager Kebun (Kepala Kebun)

Manager adalah orang yang bertanggung jawab kepada Direksi dan membawahi jabatan Asistent Kepala dan Asistent Afdeling serta jabatan lain di bawahnya. Fungsi utama dari seorang Manager adalah Mengelola Unit Usaha di kebun dalam upaya mencapai tujuan perusahaan,meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pegamanan asset perusahaaan dan bertanggung jawab terhadap kinerja kebun yang di kelolanya.

Adapun tugas dan tanggung jawab dari seorang Manager adalah :

  1. Menjabarkan dan melaksanakann langkah-langkah kebijakan Direksi dalam bidang tanaman,pengolahan, tekhnik, administrasi, pelaporan tenaga kerja dan agraria.
  2. Bertanggung jawab atas semua asset perusahaan  yang ada di kebun termasuk   pembinaan SDM.
  3. Menyusun dan menjabarkan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) dan rencana kerja operasional (RKO) serta pengendalian biaya di unit usaha/kebun.
  4. Merencanakan dan mengawasi penempatan karyawan secara efektif dan efisien.
  5. Menyelenggarakan adminisrtasi, pelaporan dan pertanggung jawaban pekerjaan fisik dan keuangan kebun.
  6. Membina dan mengembangkaan kemampuan bawahan di dalam pelaksanaan tugas untuk meencapai tujuan yang telah di rencanakan.
  7. Membina dan menjalin hubungan baik dengan instansi terkait baik ke dalam maupun keluar perusahaan.
  8. Menerima tugas-tugas khusus dan menerima pelimpahan wewenang dari Direksi.
  9. Mengawasi dan menilai hasil kerja bagian/Afdeling secara terus menerus dan membandingkan hasil nyata dengan norma kerja, serta mengambil tindakan untuk mengatasi terjadinya penyimpangan.
  10. Memberikan saran/usulan kepada Direksi baik diminta maupun tidak diminta untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaan organisasi.

Wewenang dari seorang menejer adalah :

  • Mengeluarkan biaya yang berhubungan dengan operasional kebun sebatas anggaran yang telah di tetapkan.
  • Melakukan konsultasi dengan pihak terkait (interen dan eksteren) sehubungan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Memeriksa/menela’ah transaksi-transaksi, dokumen-dokumen, catatan-catatan dan laporan di setiap bagian/afdeling, sehubungan dengan tugas audit.
  • Mengambil langkah pengamanan atas penyimpanan yang terjadi.
  • memberikan evaluasi, penilaian, teguran lisan/tulisan dan izin cuti kepada bawahan di bagiannya secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan ketetapan Direksi yang menyangkut Sistem Manajemen.
  1. 2. Asistent Kepala

Asistent Kepala adalah orang yang bertanggung jawab kepada Manajer dan membawahi jabatan Asisten Afdeling, Mandor 1, Krani 1, karyawan kebun. Fungsi utama dari seorang Asisten Kepala adalah Membantu Manajer dalam mengelola produksi dikebun dalam upaya mengoptimalkan potensi tanaman sesuai kuantitas dan kualitas yang telah di tentukan.

            Adapun tugas dan tanggung jawab dari Asistent Kepala adalah :

  • Mengkoordinir atau memberi petunjuk kegiatan operasional Asisten Afdeling berdasarkan  SOP (Standar Operasional Perusahaan), di dalam bidang produksi tanaman, panen, kesehatan tanaman, tenaga kerja, sarana produksi dan peralatan  kerja kemudian dituangkan di dalam RKAP dan RKO.
  • Mengkoordinir penyusunan rencana pemeliharaan tanaman, produksi harian, mingguan, bulanan dengan Afdeling terkait dan masalah pengangkutan di lapangan.
  • Meneliti kebenaran laporan produksi dari Afdeling ke tempat penerimaan hasil di pabrik.
  • Meneliti pengajuan permintaan barang dan alat-alat baik kualitas maupun kuantitas yang di buat Asistent Afdeling.
  • Mengevaluasi laporan kerja harian baik pemeliharaan maupun produksi dari Asistent Afdeling.
  • Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kerja Asistent Afdeling dan karyawan untuk meningkatkan prestasi kerja dan kesejahteraan hidupnya.
  • Merencanakan dan mengawasi penempatan karyawan secara efektif dan efisien.
  • Membina dan memberi petunjuk kepada Asisten Afdeling dalam meningkatkan kesejahteraan, keagamaan, olah raga, lingkungan hidup, gotong royong, koperasi dan keamanan karyawan di Afdeling.
  • Membina hubungan dengan pihak ke tiga di bidang sarana dan prasarana produksi, tenaga kerja dan pengamananya.
  • Menerima tugas-tugas khusus dan pelimpahan wewenang dari senior Manager/ADM.
  • Memberi saran/usulan kepada senior Manager/ADM baik di minta maupun tidak di minta untuk efektiffitas dan efisiensi pengelolaan Organisasi.
  1. 3. Kepala Tata Usaha

Kepala Tata Usaha adalah orang yang  bertanggung jawab kepada Manager/ADM, dan membawahi jabatan kerani personalia dan umum, kerani Aconting (pembukuan). Fungsi utama  dari seorang Kepala Tata Usaha adalah Membantu senior Manager/ADM dalam mengelola aktivitas kegiatan keuangan dan administrasi, sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencapai tujuan perusahaan.

Adapun tugas dan Tanggung jawab dari Kepala Tata Usaha adalah :

  • Melaksanakan dan mengawasi semua kegiatan operasional berdasarkan SOP, di dalam bidang keuangan dan administrasi, tenaga kerja, sarana, dan peralatan kerja.
  • Mengkoordinir penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) kebun/afdeling berdasarkan norma kerja yang telah di tentukan.
  • Membuat laporan Neraca percobaan dan laporan manajemen setiap bulan yang sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.
  • Melaksanakan evaluasi biaya/harga pokok setiap bulan, mengawasi pembukuan biaya sesuai dengan rekening dalam sistem administrasi/akuntansi yang berlaku dan memberikan saran dan tindak lanjut kepada Senior Manager/ADM.
  • Membuat daftar gaji karyawan serta mengawasi pembayaran gaji afdeling dan karyawan pimpinan sehingga setiap karyawan dapat menerima sesuai daftar upah.
  • Membuat daftar permintaan uang sesuai kebutuhan dan melaksanakan pembayaran sesuai permintaan pembayaran yang di setujui oleh Senior Manajer/ADM dan sesuai dengan kegiatan pekerjaan serta membuat laporan pertanggung jawabaan pemakaian uang kerja setiap gaji/bulanan.
  • Merencanakan dan mengawasi penempatan karyawan secara efektif dan efisien.
  • Bertanggung jawab terhadap Manajemen arus kas keuangan untuk kelancaran kerja kebun serta menjaga posisi saldo kas/Bank baik harian maupun bulanan.
  • Melakukan rekonsiliasi rekening Koran Bank setiap bulan.
  • Mengawasi pengadaan, bertanggung jawab terhadap penyimpanan alat dan barang serta bahan pelengkap dan kekurangan/kehilangan dari gudang melalui cek pemeriksaan kartu gudang,agar dapat terjamin dan dalam batas yang wajar serta melakukan  stock opname fisik barang rutin setiap bulan dengan membuat berita acara pemeriksaan.
  • Bekerja sama dengan petugas umum membina dan memberi petunjuk kepada karyawan dalam meningkatkan kesejahteraan, keagamaan, olah raga, lingkungan hidup, gotong royong, koperasi dan keamanan karyawan di lingkungan kantor kebun.
  • Menerima tugas-tugas khusus dan pelimpahan wewenang dari Senior Manager.
  • Memberikan saran/usulan kepada Senior Manager baik di minta maupun tidak di minta untuk efektifitas dan efesiensi pengelolaan organisasi.

Wewenang dari seorang Kepala Tata Usaha adalah :

  • Menilai prestasi kerja karyawan bawahannya dan mengajukan penilaian tersebut ke atasannya.
  • Memberikan hak cuti karyawan sesuai ketentuan yang berlaku dan apabila di luar ketentuan harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Senior Manager.

4. Kepala Keamanan/Securuty

Kepala Keamanan adalah orang yang  bertanggung jawab kepada Administratur. Fungsi utama dari seorang ketua keamanan adalah membantu administratur dalam menjaga dan mengawasi serta mengamankan Asset perusahaan.

Adapun tugas dan Tanggung Jawab dari kepala keamanan adalah:

  • Menjaga dan mengawasi serta mengamankan Asset Perusahaan.
  • Mengamankan gejala‑gejala yang mungkin tumbul untuk mengacaukan/menghambat pencapaian produksi kebun.
  • Mencegah unsure-unsur negative yang ada di lingkungan kebun.
  • Mengawasi pengiriman produksi ke pabrik, menjaga dan mengawasi penggunaan pupuk.
  • Menjada stabilitas keamanan di emplasmen dan di afdeling-afdeling kebun.
  • Menghubungi pejabat yang berwenang apabila terjadi kebakaran, pencurian, bencana alam dan lainnya agar dapat di ambil tindakan.
  • Mengadakan Kontrol kelapangan di setiap hari guna untuk mencegah terjadinya pencurian produksi.
  • Menerima tugas-tugas khusus dan pelimpahan wewenang dari Senior Manager.
  • Menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar kebun/unit, instansi terkait dan pihak ketiga.
  • Memberikan saran kepada Manager sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya baik diminta maupun tidak di minta untuk efisien dan efektivitas pengelolaan organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1.  Manajemen Pembibitan Kelapa Sawit

            Dalam pelaksanaan pembibitan kelapa sawit diperlukan suatu manajemen, dimana dengan adanya manajemen kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dapat terencana, teratur, terarah, dan sesuai dengan tujuan perusahaan, serta bisa berjalan dengan baik dan lancar. Manajemen sangat penting didalam sebuah perusahaan, maka dari itu pada pembibitan di PT. Perkebunan Nusantara VI menerapkan beberapa fungsi manajemen yang terdiri dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengawasan.

4.1.1.                  Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Perencanaan merupakan suatu kegiatan kerja yang disusun atau ditetapkan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik, teratur, terarah dan dapat memperkecil resiko kegagalan serta merincikan anggaran biaya yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang berkenaan dengan pendefinisian sasaran untuk kinerja organisasi di masa depan dan untuk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Pada PT.Perkebunan Nusantara VI pembuatan perencanaan kebun melibatkan antara lain : Manager Kebun, Askep, Asisten, Mandor 1 dan mandor-mandor lapangan lainnya. Perencanaan ini terdiri dari perencanaan sarana dan prasarana, alat dan bahan yang dibutuhkan dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Perencanaan tersebut dibuat dalam bentuk sebagai berikut :

  1. Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)

Rencana kerja anggaran perusahaan ini merupakan awal dalam melaksanakan pekerjaan dalam satu tahun, dimana dalam RKAP ini telah dituangkan seluruh pekerjaan dalam satu tahun yang meliputi jenis pekerjaan, jadwal pekerjaan, biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan, tenaga yang dibutuhkan, dan alat serta bahan yang diperlukan.

Rencana kerja anggaran perusahaan ini disusun oleh Manager dan seluruh jajarannya, dan kemudian setelah terbentuk rencana kerja anggaran perusahaan diajukan kepada Direksi untuk di bahas dalam rapat. Kemudian barulah diproses dikantor pusat mengenai anggaran yang telah disusun oleh masing-masing unit usaha dan nantinya akan ditetapkan rencana kerja anggaran perusahaan dalam satu tahun.

Rencana kerja anggaran perusahaan ini di gunakan sebagai landasan pembuatan rencana kerja operasional (RKO) yang berfungsi sebagai awal kegiatan bulanan.

 

  1. Rencana Kerja Operasional (RKO)

Rencana kerja operasional dibuat berdasarkan rencana kerja anggaran perusahaan. Rencana kerja operasional mencakup segala jenis perencanaan pekerjaan dalam satu triwulan, dimana perencaan pekerjaan tersebut dibagi perbulan, sehingga hal ini akan memudahkan dalam pelaksaan pekerjaan. Rencana kerja operasional disusun oleh Asisten dan Krani, dimana setiap pekerjaan tersebut tetap mengacu kepada RKAP.

Di dalam RKO akan dirincikan jadwal pengerjaan dan penyelesaian kegiatan yang dinamakan dengan Rencana kerja harian terdiri dari alat dan bahan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada hari itu. Rencana kerja harian dibuat oleh Mandor 1 dan Mandor lainnya yang kemudian diajukan kepada Asisten.

Dilapangan mandor membuat rencana kerja harian melihat berdasarkan pekerjaan yang belum diselesaikan, pekerjaan itulah yang direncanakan untuk untuk direncanakan dalam kegiatan besok.

Perencanaan memiliki peran yang sangat penting dalam suatu  kegiatan, karena perencanaan sangat menunjang berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang dilakukan. Perencanaan harusla akurat, dengan perencanaan yang akurat maka kegiatan akan dapat berjalan dengan yang direncanakan. Adapun perencanaan pembibitan kelapa sawit yang dibuat oleh PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk Afdeling 1 adalah sebagai berikut :

 

 

  1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi pembibitan merupakan hal yang sangat penting, karena lokasi pembibitan sangat menentukan besar biaya yang dikeluarkan terutama pada saat pembukaan lahan. Oleh karena itu pembibitan kelapa sawit harus memenuhi syarat lokasi yang ditetapkan, adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Dekat dengan sumber air

Air merupakan kebutuhan utama bagi bibit, karena bibit kelapa sawit setiap hari harus disiram, agar bisa tumbuh lebih optimal. Oleh karena itu sumber air tidak boleh jauh dari lokasi pembibitan. Jika sumber air jauh dari lokasi pembibitan, maka akan mempersulit pada saat penyiraman dan pemasangan intalasi air, akibatnya biaya yang dikeluarkan dan kebutuhan tenaga kerja lebih besar dari yang telah direncanakan sebelumnya.

  1. Lokasi tidak terkena banjir

Lokasi pembibitan kelapa sawit harus terletak didataran tinggi, agar pada saat hari hujan terus-menerus bibit tidak tergenang air yang bisa menyebabkan bibit rusak maupun mati. Jika hal ini terjadi tentu sangat merugikan perusahaan. Oleh sebab itu pada pembibitan di PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk pada blok pembibitan dibuat aliran air agar jika terjadi hujan air pada lokasi pembibitan bisa mengalir pada aliran tersebut.

  1. Aman dari pencurian dan gangguan hewan liar

Lokasi pembibitan kelapa sawit harus dijamin keamanan baik itu dari pencurian maupun gangguan hewan. Untuk menghindari dari pencurian dan gangguan hewan, maka perusahaan membuat pagar dan memberi lampu penerangan dibeberapa tempat tertentu pada malam hari, dilengkapi jalan dan pintu keluar/masuk bagi kendaraan untuk menuju kepembibitan, serta menambah pekerja jaga malam.

  1. Penyiapan Lokasi

Sebelum melaksanakan kegiatan pembibitan kelapa sawit terlebih dahulu lokasi pembibitan harus disiapkan, agar rencana dalam melaksanakan kegiatan pembibitan nantinya dapat berjalan dengan baik. Adapun tujuan dalam penyiapan lokasi pembibitan kelapa sawit adalah untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam pelaksanaan kegiatan pembibitan, baik dari tenaga kerja, biaya, alat dan bahan maupun sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembibitan kelapa sawit.

Kegiatan dalam penyiapan lokasi pembibitan kelapa sawit yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. Pembukaan lahan

Pembukaan lahan adalah pekerjaan membersihkan lahan dari vegetasi yang ada, termasuk pembebasan lahan dari alang-alang dan berbagai gulma. Kegiatan pembukaan lahan bertujuan untuk menyiapkan lokasi pembibitan kelapa sawit yang mendukung pertumbuhan bibit yang optimal. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan alat serta secara makanis.

Sejak awal pembukaan lahan sampai saat siap untuk penempatan polybag, maka perlu waktu sekitar 1-2 bulan, agar lahan tersebut benar – benar siap untuk penempatan bibit kelapa sawit.

  1. Membuat Bedengan dan Naungan

Pembuatan bedengan dan naungan sangat penting dalam tahapan pembibitan, dimana baby polybag yang telah diisi tanah harus disusun rapi didalam bedengan yang berukuran 1,2 m x 10 m, jalan kontrol 0,8 m, jarak antar bedengan 0,6-1,0. Bedengan hanya dibuat untuk penanaman Pre-nursery, pada pinggir-pinggir bedengan diberi kayu dengan tujuan agar baby polybag tidak jatuh saat dilakukan penanaman dan perawatan. Hal ini berfungsi agar memudahkan dalam pelaksanaan perawatan bibit.

Naungan berfungsi sangat besar dalam pembibitan, dimana kecambah yang baru ditanam tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dengan kerapatan naungan untuk satu bulan pertama adalah 90%, bulan kedua 75%, dan bulan ketiga 45%.

  1. Membuat jalan dan Blok

Jalan merupakan hal yang paling penting dalam pengangkutan alat, bahan dan bibit yang keluar maupun masuk kelokasi pembibitan. Oleh karena itu jalan dibuat ditengah-tengah lokasi pembibitan, agar lebih mudah dalam pengangkutan alat, bahan dan bibit yang keluar maupun masuk kelokasi pembibitan nantinya. Pada pinggir-pinggir parit atau blok diberi parit, agar pada saat penyiraman atau hujan lokasi pembibitan dan jalan tidak begitu tergenang oleh air.

  1. Pemasangan intalasi penyiraman

Ketersedian air sangat penting bagi pertumbuhan bibit. Pemberian air juga memerlukan perhatian dan ketelitian. Karena baik kelebihan dan kekurangan air sama-sama berdampak negatif. Pemasangan intalasi penyiraman seperti pemasangan pipa utama harus mengikuti arah jalan atau pinggir blok, agar pada saat perbaikan pipa lebih mudah dan tidak mengganggu bibit. Pemasangan intalasi penyiraman sebaiknya dilakukan sebelum bibit diletak kelokasi pembibitan kelapa sawit.

  1. Pengsian tanah kepolybag

Pengsian tanah ke polybag dilakukan dua kali, yaitu polybag Kecil pada pembibitan awal (Pre-Nursery) dan Polybag besar pada Pembibitan utama (Main-Nursery) :

  1. Pembibitan awal (Pre-Nursery)

Sebelum pengisian tanah ke polybag kecil, maka perlu disiapkan adalah media tanah yaitu tanah bagian atas (top soil) yang bisa diperoleh disekitar lokasi pembibitan. Tanah yang digunakan keadaannya remah, tidak terbongkah, memiliki tekstur yang baik, serta tidak mengandung akar kayu maupun batu-batuan.

Polybag yang digunakan berukuran 15 cm x 22 cm x 0,07 mm. Tanah lapisan atas diisi kedalam polybag kecil hingga padat dan sisikan 2 cm dari atas bibir polybag. Kemudian polybag disusun dibedengan yang sudah disediakan.

  1. Pembibitan utama (Main-Nursery)

Sebelum dilakukan pengisian tanah ke polybag besar, maka sebaiknya tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (top soil) sama dengan di Pre-Nursery, dan polybag yang digunakan dengan ukuran 40 cm x 50 cm x 0,2 mm telah siap. Kemudian polybag diisi tanah dengan padat dan disisakan 2 cm dari atas bibir polybag.

  1. Pemancangan

Pemancangan dilakukan setelah pengisian tanah ke polybag. Kegiatan pemancangan dilakukan  hanya dipembibitan utama (Main-nursery) saja. Setelah pemancangannya dipasang kemudian polybag besar disusun 4 (empat) baris membujur, dengan jarak 60 cm x 70 cm x sehingga akan membuat bibit dalam 1 ha adalah 22.150 bibit. Pemancangan gunanya untuk mempermudah dalam melakukan kegiata penjarangan.

  1. Pemesanan Kecambah

Pembibitan di PT. Perkebunan Nusantara VI di Durian Luncuk Kec. Batin XXIV Kab. Batang Hari ini menggunakan bibit yang bervarietas Dura X Pisifera = Tenera, dan berasal dari Pusat penelitian dan Pengembangan benih Kelapa Sawit (PPKS) Marihat Pematang Siantar, Medan.

Pemesanan kecambah untuk pembibitan harus dalam jumlah yang cukup sehingga seleksi yang ketat tidak akan mengakibatkan kekurangan bibit yang akan ditanam di lapangan. Kecambah yang harus dipesan adalah 115% kecambah dari kebutuhan bibit yang diperlukan untuk penanaman. Dimana 15% tersebut adalah toleransi kematian dan bibit yang di sortir. Pemesanan kecambah harus dilakukan dengan mengacu pada program penanaman dan disiapkan minimal 1 (satu) tahun sebelumnya.

  1. Rencana Pemberian Pupuk    

Pemumukan di Pre-nursery dan Main-nursery harus berdasarkan dosis aturan dan rekomendasi yang dibuat oleh perusahaan. Dosis pemupukan pembibitan di PT. Perkebunan Nusantara IV dapat dilihat pada tabel.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3. Rekomendasi pemupukan pembibitan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara IV

MINGGU

JUMLAH PUPUK

METODE APLIKASI

 

TAHAP PERTAMA (polibag kecil)

 

0

20 gr RP

Campur dengan tanah

4

5

6

7

0.08 gr 15.15.6.4

0.08 gr 15.15.6.4

0.08 gr 15.15.6.4

0.08 gr 15.15.6.4

 

Disemprot

8

9

10

11

12

0.16 gr 15.15.6.4

0.16 gr 15.15.6.4

0.24 gr 15.15.6.4

0.24 gr 15.15.6.4

0.24 gr 15.15.6.4

 

 

TAHAP KEDUA (polibag besar)

 

13

40 gr RP

Campur dengan tanah

14

3 gr 15.15.6.4

 

16

18

4 gr 15.15.6.4

4 gr 15.15.6.4

 

21

10 gr 12.12.17.2 + 10 gr Kieserite

 

25

15 gr 12.12.17.2

 

29

15 gr 12.12.17.2 + 15 gr Kieserite

Ditabur diatas polibag

33

30 gr 12.12.17.2

 

37

30 gr 12.12.17.2 + 20 gr Kieserite

 

41

35 gr 12.12.17.2

 

45

35 gr 12.12.17.2 + 20 gr Kieserite

 

49

35 gr 12.12.17.2

 

Sumber : Data PTP. Nusantara VI Tahun 2011

4.1.2.   Pengorganisasian (Organizing)

Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk menjalankan kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Pada PT. Perkebunan Nusantara VI kepemimpinan kebun dipimpin oleh Manager, yang dibantu oleh karyawan pimpinan yaitu Asisten kepala dan Asisten afdeling, sedangkan untuk karyawan pelaksana yaitu terdiri dari Mandor 1, Krani Afdeling dan Mandor pemeliharaan, Sertifikat Kerja Utama (SKU) terdiri dari karyawan tetap.

Struktur organisasi yang digunakan dalam pembibitan berbentuk piramid, dimana setiap Afdeling di PT. Perkebunan Nusantara VI dipimpin oleh seorang Asisten. Jadi segala sesuatu kegiatan dilakukan oleh Afdeling harus diketahui dan disetujui oleh Asisten Afdeling. Asisten bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan lapangan yang dilakukan di tempat dia memimpin. Semua kegiatan dilakukan oleh buruh harian lepas yang diawasi langsung oleh mandor-mandor yang bersangkutan. Fungsi mandor disini adalah mengawasi langsung kegiatan yang dilakukan pekerja agar dapat berjalan lancar sesuai yang telah direncanakan. Mandor-mandor yang mengawasi kegiatan para pekerja, bertanggung jawab untuk membuat laporan kepada mandor satu, dan laporan tersebut dilaporkan kepada Asisten.

 

 

 

 

Asisten

Afdeling I

 

 

 

 

Mandor I

Krani Afdeling

                                                                                               

Mandor Panen

Mandor

Pemeliharaan

Centeng

KCS

 

Opas kantor

 

Guru

TPI

Krani

Produksi

Krani Brondol

Pemb. Krani

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 : Struktur Organisasi PTP. Nusantara VI Unit Usaha Batang Hari Afdeling I

Untuk lebih jelas mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing personil adalah sebagai berikut :

  1. Asisten Pembibitan

Tugasnya adalah sebagai berikut :

Mengawasi kegiatan yang dilakukan di pembibitan oleh BHL (Buruh Harian Lepas) dan bertanggung jawab penuh atas segala kegiatan hari itu dilaksanakan kepada Askep dan Manager.

  • Mengecek jumlah tenaga kerja yang bekerja pada hari tersebut dan menentukan target atau prestasi kerja bersama Mandor satu.
  • Menandatangani surat permintaan dan pengeluaran barang untuk yang dipimpinnya serta menandatangani buku mandor yang dilaksanakan mandor pada hari tersebut.
  1. Mandor 1

Tugasnya adalah sebagai berikut :

  • Menjadi Mandor dan pengawas dipembibitan untuk segala pekerjaan yang dilakukan di pembibitan.
  • Memeriksa kebenaran buku Mandor yang diisi setiap Mandor yang berada dibawah pengawasannya.
  • Bertanggung jawab kepada asisten atas segala kegiatan yang dilaksanakan di lapangan pada hari tersebut.
  • Mencatat atau mengisi buku Mandor atas hasil kerja dilaksanakan pada hari tersebut dan melaporkan kepada Asisten.
  1. Mandor Pemeliharaan.

Tugasnya adalah sebagain berikut :

  • Mengawasi karyawan BHL (Buruh Harian Lepas) yang bekerja pada hari tersebut
  • Harus mengetahui bahan dan alat yang digunakan serta mengetahui kode tempat yang dilaksanakan BHL, pada hari tersebut.
  • Mengabsen BHL, yang bekerja pada setiap hari dan melaporkan ke Mandor 1
  • Menjaga, mengawasi dan bertanggung jawab atas semua bibit yang berada di pembibitan.
  1. Buruh Harian Lepas (BHL)

Tugasnya adalah sebagai berikut :

  • Mengikuti atau menjalani instruksi kerja yang diberikan oleh Mandor perawatan
  • Melaporkan bahan dan alat yang digunakan kepada Mandor perawatan bahwa bahan dan alat tersebut habis atau rusak yang akan digunakan pada hari tersebut.

4.1.3. Pengarahan

Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi pengarahan artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). Setelah rencan kerja disetujui oleh perusahaan maka rencana kerja tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan dilaksanakan sesuai dengan tugas yang diberikan oleh perusahaan. Pada setiap Afdeling termasuk pembibitan sebelum kegiatan dilaksanakan tepatnya pada pukul 06.00 WIB para mandor berkumpul dikantor Afdeling masing-masing yaitu untuk mendengarkan pengarahan yang diberikan oleh Asisten dan Mandor 1 mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dan pada sore harinya setiap Mandor wajib melaporkan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari tersebut.

Setelah mendengarkan pengarahan yang diberikan oleh Asisten dan Mandor 1 tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan pada hari tersebut, setiap Mandor lapangan membawa para karyawan ke lokasi kerja yang akan dilaksanakan, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan oleh para karyawan mandor lapangan memberikan pengarahan kembali kepada karyawan mengenai tata cara pelaksanaan kerja yang baek dan sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan perusahaan.

Setelah jam kerja selesai tepatnya pukul 14.00 WIB Asisten dan para Mandor berkumpul untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan. Untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin setiap Afdeling, meningkatkan kinerja dan mengatasi masalah-masalah yang timbul, asisten setiap Afdeling berkumpul mengadakan rapat bersama Manajer, kegiatan tersebut dilakukan satu kali dalam seminggu.

4.1.4 Pengevaluasian

Adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penatapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan bibit yang berkualitas maka dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan pengawasan perlu dilakukan.

Setelah semua penerapan fungsi manajemen telah dilaksanakan maka kegiatan terakhir adalah mengevaluasi hasil dari seluruh kegiatan telah dilakukan, jika ada terdapat kekurangan agar bisa memperbaikinya untuk kedepannya.

4.1.5. Pelaksanaan Teknik Pembibitan

Sebelum kegiatan pembibitan di PT. Perkebunan Nusantara VI dilakukan, terlebih dahulu diberikan pengarahan dengan tujuan agar kegiatan yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik dan benar, pengarahan diberikan oleh Asisten kepada Mandor-mandor dan kemudian mandor akan memberikan pengarahan kepada para pekerja yang ada dipembibitan sebelum kegiatan dilakukan. Pembibitan diterapkan dalam dua tahapan, yaitu pada pembibitan awal (Pre-Nursery) dan setelah umur 3 bulan baru dipindahkan kepembibitan utama (Main-Nursery).

 

 

A. Pembibitan Awal (Pre-Nursery)

  1. Penanaman

Penanaman kecambah dilakukan tergantung dari waktu pengiriman dan musim. Pada umumnya penanaman kecambah dilakukan pada musim hujan, tetapi dapat juga dilakukan pada musim kemarau dan yang terpenting adalah kebutuhan akan air dapat terpenuhi. Penanaman kecambah ditanam pada hari itu juga pada saat kecambah baru tiba dipembibitan, jika dipaksa dapat ditanam pada hari berikutnya, yang terpenting kecambah harus disimpan pada tempat yang aman, sejuk dan packingnya tidak boleh dibuka. Sebelum ditanam kecambah ditimbang, dihitung kembali dan dilakukan penyeleksian kecambah yang akan afkir akibat Berjamur, busuk dan patah.

Penanaman kecambah diperlukan ketelitian para pekerja, jika terjadi kesalahan dalam posisi penanaman akan berdampak besar terhadap pertumbuhan kecambah. Pada PT. Perkebunan Nusantara VI Kegiatan penanaman dilakukan oleh buruh harian lepas (BHL) dengan diawasi oleh Mandor-mandor dan Asisiten. Kecambah ditanam pada baby Polybag dengan ukuran lebar 15 cm x panjang 22 cm x tebal 0,07 mm yang sudah disusun pada bedengan di Pre-Nursery dengan kedalaman lubang tanam antara 1-2 cm dengan posisi akar (Radikula) menghadap kebawah dan bagian tunas (Plumula) menghadap ke atas. Kemudian kecambah ditutup dengan tanah, pengisian tanah, pengisian tanah polybag yang terlalu padat dapat menghambat perkembangan akar kecambah yang dapat menyebabkan bibit tumbuh kerdil. Setelah itu baby polybag disiram dengan air agar media tanah lembab dan juga kebutuhan air bibit tercukupi.

  1. Pemeliharaan

Adapun pemeliharaan dalam pembibitan awal (Pre-Nursery) adalah :

  1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan tujuan agar pertumbuhan kecambah dapat tumbuh dengan baik dengan cara mencukupi kebutuhan airnya. Apabila kebutuhanair tidak terpenuhi pertumbuhan kecambah akan mati, karena itu penyiraman sangatlah penting. Penyiraman di Pre-Nursery pada PT. Perkebunan Nusantara VI dilakukan dua kali dalam satu hari yaitu pada pagi dan sore hari, akan tetapi jika curah hujan diatas 10 mm maka tidak dilakukan penyiraman.

Penyiraman dilakukan dengan menggunakan sprinkel namun bila penyiraman tidak merata maka dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan selang berkepala gembor dengan tujuan agar pada saat dilakukan penyiraman tekanan air yang keluar tidak merusak permukaan tanah dan kecambah didalam baby polybag. Penyiraman ini dilakukan oleh pekerja harian lepas. Air yang dibutuhkan ssetiap bibit sekitar 0,1-0,3 liter/hari untuk bibit berumur 1-3 bulan.

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh kecambah agar pertumbuhan kecambah dapat tumbuh secara optimal. Pemupukan di Pre-Nursery dilakukan tenaga kerja harian lepas dengan diawasi oleh mandor agar dosis yang diberikan sesuai dengan aturan dari perusahaan. Pemupukan di Pre-Nursery dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara dicairkan dan ditaburkan.

Untuk pemupukan dengan cara dicairkan (spraying) dilakukan pada saat bibit berumur 1 bulan dan pupuk yang diberikan adalah NPK 15.15.15 dengan dosis 8 gram/ 5 liter air untuk 100 tanaman, dan untuk pemupukan dengan cara ditabur dilakukan menaburkan pupuk di dekat batang bibit secara melingkar. Untuk umur bibit 2-3 bulan dosis pupuk yang diberikan adalah NPK 15.15.15 dengan dosis 50 gram/bibit sedangkan untuk bibit berumur 4 bulan dosis yang diberikan adalah 100 gram/bibit untuk empat kali pemupukan jadi satu kali pemupukan dosis pupuk yang diberikan 2,5 gram/bibit. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK 15.1515 dimana 15% unsur N, 15% unsur P, 15% unsur K. Pemupukan dengan cara dicairkan dan ditaburkan dilakukan empat kali dalam seminggu. Pupuk daun juga digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan kecambah, dengan menggunakan byfolan/atonik dengan frekuensi pemupukan dua kali dalam satu bulan.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada pembibitan awal (Pre-Nursery) sangadiperlukan didalam pembibitan yang bertujuan dapat mengobati bibit yang terkena serangan hama dan penyakit yang akan dapat merusak bibit. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan setelah penyiraman, kegiatan ini dilakukan seminggu dengan cara menyemprotkan bahan kimia, yang digunakan di sesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman. Hama yang biasanya menyerang bibit di pembibitan tahap awal (Pre-Nursery) di PT. Perkebunan Nusantara VI adalah sebagai berikut :

  1. Belalang (Valanga nigricornis)

Hama ini menyerang pada bagian pinggir daun dan akan habis dimakan sehingga secara tidak langsung dapat menghambat pertumbuhan bibit dan dalam kemampuan melakukan fotosintesis pun terganggu.

  1. Ulat grayak (spodoptera litura)

Hama ini menyerang banyak tanaman lain. Pada tanaman kelapa sawit ulat merusak kulit ari daun.

  1. Tungau (Red Spider Mite)

Hama ini menyerang pada bagian bawah daun, sehingga akan menyebabkan daun berbintik-bintik, setelah itu daun akan mengering dan berwarna cokelat.

  1. Tikus (Rats)

Hama ini menyerang pada bagian batang yang masih muda. Pengendalian hama diatas dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan menyemprotkan bahan kimia dan secara manual (pemungutan/pengambilan hama)

Pengamatan hama ataupun penyakit dilakukan tiap hari. Diusahakan pengendalian dengan cara manual. Apabila gangguan hama/penyakit sudah pada tigngkat yang lebih berat maka dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida, fungisida, dengan rotasi 2 kali / bulan.

  1. Pengendalian gulma sdan konslidasi

Pengendalian gulma di Pre-Nursery bertujuan membersihkan gulma yang berada didalam maupun diluar polybag (area bedengan), karena gulma dapat merebut unsur hara yang dibutuhkan oleh bibit sehingga pertumbuhan bibit pun terganggu. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan cara mencabut dan membersihkan gilma tersebut dengan menggunakn tangan dan cangkul, kegiatan ini dilakukan seminggu satu kali. Konsulidasi merupakan kegiatan penambahan tanah dalam polybag yang terkikis akibat penyiraman dan hujan serta memperbaiki polybag yang miring. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam sebulan secara rutin.

  1. Seleksi

Kegiatan penyeleksian bertujuan memisahkan antara bibit yang normal dengan bibit yang abnormal. Kegiatan ini dilakukan agar pada saat bibit ditanam di Main-Nursery adalah bibit yang benar-benar normal dan sehat. Pelaksanaan kegiatan ini diawasi secara ketatdan dilakukan pada saat bibit akan dipindahkan ke Main-Nursery. Seleksi pembibitan di Pre-Nursery memiliki standar batas maksimal yang telah ditetapkan yaitu sebesar 85% dari jumlah bibit yang ditanam. Jika hasil seleksi melebihi batas yang ditentukan berarti pembibitan yang dilakukan mengalami kegagalan dan perusahaan pun mengalami kerugian. Bibit yang terseleksi umumnya 60%akibat dari faktor genetic 40% akibat dari pemeliharaan.

Bibit yang diseleksi dicatat di inventaris bibit dan di musnakan dengan cara dicincang dan dibakar. Kriteria bibit yang abnormal diantaranya adalah :

  1. Bibit mempunyai daun berputar dan batang melintir (Twisted Leaf)
  2. Bibit mempunyai daun dan tegak seperti rumput.
  3. Helaian daun menggulung (Roiler Leaf)
  4. Helaian daun bersatu tidak terbuka (Colante)
  5. Helaian daun berkerut tampak seperti duri (Crincle Leaf)
  6. Bagian helaian daun terdapat bagian yang berwarna kuning (Chimera)
  7. Bentuk seperti bibit normal dengan jumlah daun yang sama akan tetapi ukuran bibit lebih kecil (Runt)

Faktor yang dapat menyebabkan bibit abnormal antara lain kesalahan dalam penanaman kecambah (kecambah ditanam terbalik) pada saat penyiraman yang tidak merata dan berlebihan.

 

 

B. Pemindahan dari Pre-nursey ke Main-nursey 

Pemindahan dari Pre-nursey ke Main-nursey sebaiknya dipindahkan pada waktu yang tepat pada saat bibit berumur 3 bulan hal tersebut bertujuan agar bibit tidak mengalami shock  pada saat transplanting pembibitan utama (Main-nursery). Bibit yang berumur 3 bulan biasanya telah memiliki 4 helai daun sehingga pada proses pemindahan nantinya bibit tersebut telah mampu beradaptasi pada lingkungan barunya. Pada PT.Perkebunan Nusantara VI  pemindahan bibit ini dilakukan secara berhati-hati karena untuk mencegah bibit sewaktu pemindahan, pada  proses kegiatan ini langsung di awasi oleh mandor.

C. Pembibitan Utama (Main-nursery)

Pada pembibitan utama seluruh bibit merupakan bibit pilihan yang telah melalui proses seleksi pada pembibitan awal, dan seterusnya pada pembibitan utama ini ada beberapa perlakuan yang dilakukan PT. Perkebunan Nusantra VI terahadap pembibitan utama agar memperoleh bibit yang berkwalitas, adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Penyiraman

Dilakukan dua kali dalam sehari pada pagi dan sore hari atau tergantung pada curah hujan, apabila curah hujan di atas 8 mm maka penyiraman pun tidak diperlukan lagi. Penyiraman di pembibitan utama pada PT. Perkabunan Nusantara VI dilakukan dengan dua jenis system penyiraman yaitu :

  1. Penyiraman dengan menggunakan sprinkel

Penyiraman dengan menggunakan sumisansui dilakukan sekitar 15-20 menit, dengan cara kerja sebagai berikut, air di ambil dari sumber air yang telah tersedia dan kemudian dengan menggunakan mesin pompa air tersebut di alirkan ke pembibitan menggunakan roll sumisansui, panjang satu roll sumisansui 120 dengan tinggi pancuran air yang dikeluarkan dari sumisansui adalah 1,5m. penyiraman ini airnya dialirkan melalui pipa utama ke pipa penyalur air kebibit, pipa tersebut diberi kran dengan ukuran 2 inchi dan untuk satu kran dibuat 10 jalur samisansui.

  1. Penyiraman dengan menggunakan selang kepala gembor

Untuk penyiraman ini dilakukan apabila penyiraman dengan menggunakan samisansui tidak merata atau ada bibit yang tidak tarjangkau dengan penyiraman samisansui.

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk memberikan unsur hara yang cukup pada bibit agar pertumbuhan bibit baik dan normal. Pemupukan di PT. Perkebunan Nusantara VI  dilakukan dua cara yaitu dengan cara dicairkaan dan ditaburkan. Kegiatan pemupukan dengan cara dicairkan dilakukan dua kali dalam satu bulan dengan menggunakan alat knapsack sprayer dan pupuk yang digunakan adalah pupuk byfolan. Sedangkan dengan cara ditaburkan dilakukan dua kali satu bulan dan harus sesuai dengan Rekomendasi. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK Granular 12.12.17.2 mahkota dengan berat 1 karung 50 kg dimana kandungan pupuk tersebut adalah 12% unsur N, 12% unsur P, 17% unsur K dan 2% unsur Magnesium. Dosis pemberian pupuk tergantung umur bibit.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Untuk pengendalian hama dan penyakit di pembibitan utama (Main-Nursery) pada dasarnya sama saja pada pembibitan awal (Pre-Nursery) hnya saja yang membedakan adalah dosis yang diberikan. Untuk dosis dipembibitan utama adalah 400 gr/200 liter air. Obat yang digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit ini adalah decis dan dithen m 45.

  1. Pengendalian gulma

Pengendalian gulma di pembibitan utama bertujuan agar tidak terjadi perebutan unsur hara yang dapat mengahambat pertumbuhan bibt. Pengendalian gulma di pembibitan utama terbagi dua jenis yaitu weeding atas adalah pembersihan gulma yang berada di dalam polybag sedangkan weeding bawah adalah pembersihan gulma yang berada pada barisan diluar polybag, untuk pembersihan gulma di dalam polybag dilakukan secara manual dan untuk diluar polybag dilakukan dengan menyemprot obat menggunakan knapseck seperti roundap dengan dosis 1 liter/ha dilarutkan dengan 200 liter air.

  1. Konsolidasi

Konsolidasi di pembibitan utama pada dasarnya sama dengan di pembibitan awal yaitu memperbaiki tanaman yang tumbuhnya miring, memperbaiki polybag yang rusak dan menambah tanah dalam polybag yang terkikis disebabkan pada saat hujan dan penyiraman. Kegiatan ini memiliki peran yang penting karena dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan bibit. Konsolodasi di pembibitan utama dilakukan dengan rotasi dua kali dalam sembilan bulan.

  1. Seleksi

Penyeleksian dilakukan agar pada saat transplanting ke lapangan bibit yang ditanam adalah bibit yang benar-benar normal dan juga berkualitas. Penyeleksian di pembibitan utama ini dilakukan oleh Mandor dan dua orang tenaga kerja. Pembibitan di main-nursery dilakukan penyeleksian sebanyak 3 kali. Seleksi pertama dilakukan pada saat bibit berumur 6 bulan, seleksi kedua dilakukan pada saat bibit berumur 9 bulan dan untuk seleksi ketiga dilakukan pada saat bibit berumur 12-14 bulan pada saat bibit akan transplanting kelapangan. Untuk penyeleksian pada saat bibit akan transplanting kelapangan dilakukan penyeleksian dua minggu sebelum bibit ditanam kelapangan dan dilakukan putar bibit 180 drajat bertujuan mematahkan akar-akar yang telah menembus tanah. Kriteria bibit yang afkir di pembibitan utama adalah bibit yang tumbuh kerdil, bibit jantan, bibit yang daunnya tidak terbelah dan bibit yang terkena penyakit.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya persentase bibit yang tidak normal adalah ;

  • Kesalahan menanam dari polybag kecil ke polybag besar sseperti terlalu dalam atau dangkal
  • Penyiraman tidak merata, terlalu deras atau tidak cukup air sehingga pertumbuhan heterogen.
  • Jarak tanam terlalu rapat sehingga terjadi persaingan sinar matahari. Untuk mengatasi terjadi masalah-masalah tersebut pada PT. Perkebunan Nusantara VI setiap ingin melakukan suatu pekerjaan pekerja di berikan arahan, dan pada pengerjaanny langsung diawasi oleh mandor yang menangani pekerjaan tersebut.

4.1.6. Motivasi ( Motivation)

                Untuk mendorong, memacu dan meningkatkan mutu kerja dan karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dilapangan maka perlunya motivasi. Banyak cara yang diusahakan kepada karyawan untuk memberi didalam suatu perusahaan. Adapun motivasi yang diberikan oleh PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk adalah sebagai berikut :

  1. Sarana–Sarana

Sarana–sarana yang diberikan oleh prusahaan adalah berupa rumah tempat tinggal, beras, sekolah, rumah ibadah, sarana olahraga dan untuk menjaga keamanan Unit Usaha dan Karyawan mengadakan koordinasi dengan pihak kepolisian dan koramil setempat.

  1. Beasiswa

Bagi anak karyawan yang bersekolah/kuliah di SLTP, SLTA, dan Perguruan tinggi yang berlokasi diluar tempat kerja dibantu biaya pemondokan.

 

  1. Cuti

Pada PTP. Nusantara IV Unit Usaha Durian Luncuk cuti yang diberikan kepada Staf, Pegawai, Karyawan berupa cuti bulanan, cuti melahirkan, cuti berobat. Untuk cuti   bulanan dalam satu bulan karyawan mendapat cuti 1 hari  jika cuti tidak diambil dalam satu tahun maka dapat cuti selama 12 hari dalam setahun. Cuti melahirkan karyawan wanita berhak atas cuti melahirkan selama 45 hari kalender sebelum melahirkan dan 45 hari setelah melahirkan. Cuti berobat diberikan selama 1 hari, ditambah cuti kematian dan pernikahan saudara atau keluarga.

  1. Fasilitas Berobat

Pelayanan kesehatan di Unit Usaha Durian Luncuk disediakan Politeknik untuk melayani probatan bagi karyawan. Apabila dokter politeknik tidak mampu memberikan pelayanan berobat untuk pasien dinilai oleh Dokter politeknik harus mendapatkan perawatan lanjutan maka dokter politeknik merujuk pasien ke rumah sakit rujukan (RS. Dr. Bratananta Jambi) dan Rumah Sakit Tabet Jakarta Selatan. Pelayanan berobat juga diberikan kepada anak dari karyawan.

  1. THR

Tunjangan hari raya yang diberikan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bagi karyawan yang sudah mencapai satu tahun ke atas lama bekerjanya PTPN VI Unit Usaha Durian Luncuk sudah memberikan THR kepada karyawan tersebut dengan tunjangan sebesar satu bulan gaji ditambah uang daging dan biaya hiburan.  Dari tunjangan tersebut perusahaan seharunya menambah motivasi tersebut yang bisa menambah wawasan para mandor seperti kerjasama dengan pihak terkait atau diadakan pelatihan. Dengan adanya hal ini maka wawasan dan pengetahuan para mandor akan lebih baik yang menyebabkan pengawasan akan dilakukan lebih efektif.

  1. Uang Lembur

Uang Lembur diberikan jika karyawan melakukan pekerjaan melebihi dari HK (Hari Kerja) yang ditentukan perusahaan, uang lembur diberikan sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan atau dikerjaka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1. Kesimpulan

            Setelah praktik lapangan yang dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara VI maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Sistem pembibitan yang dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara VI adalah sistem dua tahap yaitu sistem pembibitan awal (Pre – Nursery) dan pembibitan utama (Main – Nursery)
  2. Manajemen yang digunakan dalam pembibitan di PT. Perkebunan Nusantara VI terdiri dari perancanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah berjalan dengan baik dan mengikuti sesuai yang telah direncanakan oleh perusahaan.
  3. Perencanaan yang dilakukan di pembibitan meliputi pemilihan lokasi, penyiapan lokasi, pemesanan kecambah, penggunaan pupuk dan perawatan.
  4. Bentuk struktur organisasi yang digunakan di pembibitan adalah bentuk pyramid.
  5. Pengawasan yang dilakukan di pembibitan menggunakan metode langsung dan tidak langsung.

 

 

 

5.2 Saran

            Berdasarkan praktik kerja lapang yang dilaksanakan di PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk penulis menyarankan. Lokasi pembibitan sebaiknya dekat dengan sumber air, agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, dan mempermudah dalam penyiraman bibit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Suyatno, Rizsa. 1994. Kelapa Sawit, Upaya Peningkatan Produktivitas. Kanisius, Yogyakarta.

 

Badrun M. 2010. Lintasan 30 tahun pengembangan kelapa sawit.

            Jakarta : Dirjen perkebunan

Buku pintar mandor kelapa sawit (BPM-KS), PTP. Nusantara VI Unit Usaha Durian Luncuk. Jambi.

Yesi Ariani. 2005. Manajemen pembibitan kelapa sawit PT. Bukit barisan indah.

            Prima Jambi Karya Ilmiah Universitas Jambi.

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

        

 

 

        

 

 

 

 

 

 

        

 

 

        

 

 

 

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.